Minggu, 26 April 2015

Insiden kecil si pinkers

Masih tentang semarak menyambut hari pendidikan, salah satu agenda kegiatan yang memang sudah menjadi program tetap dari dinas pendidikan kota palu adalah jalan santai. Selain untuk menjalin silaturahim tentu saja untuk membuat tubuh sehat, jalan santai ini melibatkan para pemerintah daerah setempat, para guru sekota palu dan beberapa siswa yang menjadi perwakilan tiap-tiap sekolah.

Dengan begitu semangat aku bangun pada hari minggu kemarin, apalagi ibu kepsek sudah memberikan baju baru untuk dipakai jalan santai pada pagi itu. Dani dan dina juga ikut serta, mereka paling semangat kalau ikutan jalan santai apalagi ada doorprizenya, kali aja ketiban rezeki bisa bawa pulang salah satunya. Hadiah hiburanlah, sudah cukup membuat hati senang.

Pukul 6 pagi, aku bergegas menuju lapangan vatulemo, sudah banyak guru Yang hadir disana, dan tentu saja dengan baju olahraga yang baru, dari kejauhan tampak warna-warni seragam olahraga, sepertinya mereka juga begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini, senyum ceria nampak terlihat dari wajah bapak dan ibu guru. Sesampainya dilapangan aku langsung memarkir motorku, menuju lapangan dan mengikuti senam aerobic.

Pukul 07.30, jalan santaipun dilepas oleh walikota palu, sambil tertawa dan bercanda dengan teman-teman kamipun mengikuti rute jalan santai tersebut, asyik juga niee….memang betul-betul sebagai ajang silaturahim, bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tak bersua. Akupun jalan berdampingan dengan kepsekku, sementara disebelah kananku ibu fitri..(sama ya dengan namaku, dia adalah operator sekolah kami), disebelahnya ibu mul, lalu ibu risna. Herannya, dani putra pertamaku selalu nempel saja dibelakangku, sesekali dia masuk diantara aku dan kepsekku. Ga dirumah, ga dimana-mana…maunya sama induknya terus…(ya, iyalah…mamanya) adiknya dina sudah berada jauh didepan kami. sambil sedikit ngomel aku bilang ke dia, coba dani mundur-mundur sedikit dari belakangnya mama. Ga enak juga tiap jalan kakinya selalu menginjak sepatuku. Maka, pindahlah ia disisi sebelah kananku, masih juga dani nempel debelakangku, aku masih belum nyaman dibuatnya. Dan…..tiba-tiba, ia menginjak belakang sepatu bu fitri, apa yang terjadi??

Astaga, ibu fitri berteriak, aku sih awalnya ga tau apa maksud dari teriakannya tersebut, ternyata oh ternyata, telapak sepatunya terbuka, pandangan kami semua mengarah kesepatunya, antara bingung dan sedikit tengsin iapun menepi. oh my good..lagi-lagi dani bikin ulah.Dani hanya senyum-senyum kecut, karena tak rela melihatnya akupun mengikutinya berdiri dipinggir jalan sambil memikirkan jalan keluarnya.Kepsekku tetap melanjutkan perjalanannya. Kusuruh dani mencari warung yang buka pagi itu, mudaha-mudahan saja ada. Alhamdulilah…beberapa menit kemudian ia datang dengan membawa lem, sambil tersenyum. Seluruh peserta telah melewati kami saat itu, tak apalah pikirku, sambil melihat dan bertegur sapa dengan teman-teman yang lewat. Sepatu yang telapaknya putih itu menjadi kekuning-kuningan karena bermandikan lem. Hehehe..sepanjang jalan kamipun tertawa, jalan santaipun kami lanjutkan, tapi kami tak mengikuti rute yang sudah ditentukan, karena sudah jauh tertinggal. Potong kompas,ambil jalur alternatife dan bertemulah kami dengan peserta yang lain sambil senyum-senyum malu. Karena kami yang tadinya dibelakang sudah sampai didepan kembali. Bahkan kami lebih duluan sampai dibandingkan dengan kepsekku.

si pinkers

terpaksa turun tangan akibat ulah dani..hehehe

kerjasama yang baik

                                                                               
peserta jalan santai sudah pada lewat, selfie aja yee......si pinkers dah keren lagi