Minggu, 12 Oktober 2014

Hikmah " Secangkir Teh"



      Enci Oliv,,adalah nama salah satu guruku ketika aku masih duduk dibangku SD kelas 6
tak ada yang istimewa dari penampilannya. Tubuhnya gak tinggi-tinggi amat, rambutnya selalu diikat satu, memakai kacamata yang entah berapa centimeter tebalnya. Apabila wali kelas kami berhalangan masuk, Dialah yang menggantikan kekosongan jam pelajaran di kelas kami.

   Enci Oliv sangat cerewet, setiap masuk di kelas kami ada-ada saja yang diomelinya,,
 
    "Kalian ini harus jadi anak pintar, dengar-dengaran sama Orangtua dan Guru, tidak boleh              nakal,dan harus rajin belajar," .

     Itu yang dia sampaikan berulang-ulang kali. Pokoknya apa saja yang dia tidak suka dengan kami saat itu,langsung di tegurnya. Kami bosan mendengar kicauannya yang tiada henti-henti. kami biasa menertawakannya. Kadang Anak laki-laki di kelas kami suka usil dengan melemparkan kapur dan gumpalan kertas kearahnya saat ia menulis dipapan tulis.

     Hmm....Enci Oliv, terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kami lakukan padamu saat itu, mungkin engkau juga meneteskan air mata atas perbuatan kami. sama seperti yang kualami ketika murid-muridku mengempeskan ban motorku.

     Ada satu hal yang tak bisa kulupa darinya, Saat itu Dia memanggilku ke dapur sekolah untuk membantunya membuat teh yang akan diberikan untuk guru-guru.kupindahkan satu persatu teh tersebut di atas talam. Aku kaget saat itu,ketika Ia menegurku dengan suara yang agak sedikit keras,Dia memanggilku berdiri disebelahnya dan memberi contoh cara memegang gelas yang benar.

  "seperti ini cara memegang gelas yang benar, kalau kau akan menyuguhkan teh atau air minum     untuk orang lain, jangan sesekali kau pegang di bibir gelas, orang tidak akan mau meminumnya.karena tanganmu kotor.mungkin saja kotorannya menempel di bibir gelas".
Kau pegang di gagang gelas,kalau tidak ada gagang kau pegang ditengahnya". 
Sambil Ia memberi contoh.



     Sejak saat itu sampai sekarang, apabila aku akan menyuguhkan minuman untuk tamu, aku selalu mengingat pesannya.Ya,,, pesan dari Enci Oliv,yang selalu kami usili.meskipun kau telah tiada ilmu dan pesanmu tetap terpatri sampai sekarang di sanubariku.Doaku semoga Allah membalas semua jasa-jasamu.

 DOAKU SELALU UNTUKMU IBU GURUKU :D








 

   

2 komentar:

  1. Cerita yang lucu, keusilan anak sekolah pada gurunya yang seringkali terjadi, namun jadi kenangan yang tak terlupakan, teruslah menulis bu

    BalasHapus