Kamis, 23 Oktober 2014

Kejutan yang manis





    Sudah berulang kali murid-muridku mendatangiku untuk menanyakan tanggal lahirku. Kali ini sang ketua kelaslah yang mencoba untuk menanyakannya kembali. Aku tersenyum-senyum sambil bergurau aku berkata “lihat saja dipapan data guru yang ada di kantor”.dengan langkah gontai mereka kembali duduk dibangku kulihat,ada sedikit raut wajah kecewa dari mereka.
 
   Keesokan harinya mereka masih belum bosan menanyakan tanggal lahirku. Dengan sedikit bermohon, merekapun datang berombongan di mejaku. Kalau sudah begini akupun tidak sampai hati pada mereka.Naluriku sebagai seorang Ibu muncul saat itu juga. Akupun memberitahukan tanggal lahirku. Merekapun meloncat, bersorak kegirangan.  Entah surprise apa yang akan mereka buat pada hari ulang tahunku, yang jelas sesudah hari itu,beberapa siswa kembali datang padaku,untuk menanyakan warna kesukaanku. beberapakali aku mendapatkan mereka saling berbisik di kelas.

   Hari itu Rabu Tanggal 24 september 2014 pukul 12.30 aku bergegas berangkat kesekolah. Kelas kami IVA memang sudah semenjak tiga bulan terakhir ini masuk siang.karena sekolah sementara di renovasi. pukul 12.50, dari kantor akupun beranjak melangkah menuju ke kelasku yang ada di lantai dua. Kunaiki anak tangga satu persatu, siswa kelas IVBpun berjejer berdiri di tiap anak tangga tersebut,seolah-olah kedatanganku hari itu sangat istimewa.

   “Selamat ulangTahun ibu guru”, mereka menyapaku dengan serempak, ketika aku berada di pintu kelas. Merekapun menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untukku. Aku sangat terkejut dengan semua ini, Kulihat didalam kelas penuh dengan balon warna-warni, ada kue ulang tahun dan kado-kado yang terbungkus dengan rapi. Sejenak aku terdiam, terharu dengan semua ini. Begitu kompaknya mereka.sehingga bisa memberikan sesuatu yang sangat berkesan di hari ulang tahunku ini. Ya… inilah yang kutanamkan pada mereka agar dapat mencapai hasil yang bagus,perlu adanya kerjasama tim.

    Akupun terharu atas semua yang diberikan oleh siswa-siswiku di ulang tahunku yang ke-38 ini.sederhana namun istimewa, semoga Allah tetap melimpahkan kesehatan untukku agar aku bisa membentuk dan mendidik tunas-tunas harapan bangsa. Tak terasa airmataku menetes saat itu juga, anak-anakpun menjadi ikut terharu. Kuucapkan terimakasih kepada mereka. Tangiskupun semakin menjadi ketika kulihat sang ketua kelas pengagas ide ini menangis tersedu-sedu,ketikaku mendekatinya,dan bertanya kepadanya,ternyata ia menangis bukan karena terharu, tapi kakinya barusan ditendang oleh teman yang duduk disebelahnya. Akupun tersenyum geli sendiri.



Buat siswa-siswi kelas IVA SDN 2 Tatura. Thanks for everything.
Ibu Guru sayang kalian


4 komentar: